Wow ini Profesi Keren Wanita pada Zamannya

Kontak Perkasa Futures – Beberapa profesi mengagumkan untuk wanita di masa lalu kini sudah tidak ada lagi. Pekerjaan seperti tentara atau samurai Jepang kuno, mengabdikan diri pada kehidupan religius Romawi kuno, atau bersumpah sebagai pelaut di sungai Stockholm.

Beberapa pekerjaan untuk wanita tersebut kini sudah tak ada seiring dengan kemajuan teknologi, atau standar kesehatan dan keselamatan yang lebih tinggi. Namun, ada juga yang menghilang ditelan peradaban yang dan tidak lagi masuk akal di dunia modern.

1. Perawan Vestal

Wanita mengabdikan diri untuk merawat api suci Vesta, dewi rumah, di kuilnya di Roma. Perawan Vestal adalah salah golongan wanita yang paling dihormati dan berkuasa di masyarakat Romawi. Mereka kerap menempati posisi terbaik dalam berbagai kesempatan.

Penulis Romawi mencatat, Perawan Vestal selalu menempati kursi VVIP di acara hiburan, misalnya kontes gladiator dan pertunjukan teater. Bukan hanya karena mereka wanita dengan status tinggi, namun juga mereka melakukan ritual untuk memberkati keseluruhan acara.

2. Samurai

Samurai Jepang bukan untuk lelaki saja. Wanita Samurai juga ada. Tapi, mereka menjadi samurai untuk melindungi diri, atau menjaga rumah saat suami pergi. Mereka juga bagian dari kekuatan tempur samurai yang berdedikasi.

Samurai wanita memiliki sejarah yang kuat dalam sejarah militer Jepang. Mereka dilaporkan bertempur dengan membawa naginata, pisau pada ujung tongkat panjang, dan kai-ken, atau belati panjang.

3. Penyihir

Masyarakat Yunani kuno menyebut seorang wanita tua yang hidup sendiri dan memiliki pengetahuan medis tradisional, khususnya tentang tubuh wanita, sebagai penyihir. Mereka kerap dituding sebagai biang keladi apabila terjadi hal-hal mistis pada seseorang. Mereka dinilai jahat dan berbahaya. Tapi sebagian lagi akan menjadi orang bergengsi jika bisa menerapkan ilmunya untuk kebaikan.

4. Pelayat sewaan

Wanita pada zaman dulu kerap disewa untuk melayat atau mengikuti prosesi pemakaman tokoh-tokoh terkemuka, atau orang-orang yang kedudukan sosialnya tidak terlalu tinggi. Ketika menghadiri pemakaman itu, mereka bersikap seolah-olah meninggalnya orang itu adalah peristiwa terburuk dalam sejarah. Mereka menyamar atau mengaku sebagai kerabat almarhum dan bersikap seolah amat berduka.

Pada masa itu, wanita sering dipandang sebagai arbiters orang mati, dan tangisan kesedihan mereka diyakini dapat membantu jiwa yang meninggal mencapai kedamaian di dunia lain. Profesi ini tidak sepenuhnya hilang. Di beberapa tempat, pekerjaan tersebut masih ada dan berlanjut sebagai tradisi di tempat-tempat seperti Sardinia, Italia.

5. Pendayung perahu sungai

Perempuan yang hidup di Stockholm, Swedia pada tahun 1400-an sampai awal abad ke-20 memiliki pekerjaan idaman yang unik. Mereka bekerja sebagai pendayung yang mengantar orang dan barang melintasi sungai utama kota.

Para pendayung wanita bekerja dengan mengenakan kerudung yang khas untuk menjaga diri dari segala cuaca. Pada tahun 1600, para perempuan ini mendirikan sebuah serikat untuk memperjuangkan hak-haknya. Sejarawan percaya mereka adalah bagian penting dari lalu lintas di sungai Stockholm sampai sekitar 1875 – Kontak Perkasa Futures
Sumber:cantik.tempo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s