O.G. Roeder, Penulis Biografi Soeharto Sekaligus Eks NAZI

Kontak Perkasa Futures, Yogyakarta- Sebelum Pikiran Ucapan dan Tindakan Saya (1989) ditulis Ramadhan KH, Soeharto pernah dituliskan biografinya oleh oleh seorang Jerman bernama O.G. Roeder. Biografi itu berjudul The Smiling General: President Soeharto of Indonesia (1969). Sang penulis begitu akrab dengan sang Presiden, bahkan Roeder dianggap sebagai salah satu penasihat Soeharto.

Menurut Willem Oltmans dalam Dibalik keterlibatan CIA: Bung Karno Dikhianati? (2001), Roeder sebagai penulis buku yang ditulis empat tahun setelah Soeharto mengambil alih kekuasaan itu tak paham soal Indonesia.

“O.G. Roeder, yang rupanya tidak tahu apa-apa mengenai Indonesia, apalagi tentang Bung Karno. Secara serampangan ia menulis semua hal yang dikatakan Soeharto kepadanya. […] Misalnya, Soeharto dengan mudah telah menipu Roeder agar menulis bahwa jenderal ini memutuskan untuk bertindak karena ia memprihatinkan perkembangan yang terjadi di Indonesia, akibat kebijakan pro-komunis yang dibangkitkan Sukarno dan persekutuannya dengan Peking,” tulis Willem Oltmans.

Tuduhan Oltmans, bahwa Roeder “tidak tahu apa-apa mengenai Indonesia, apalagi tentang Bung Karno” sedikit berlebihan. Menurut arsip CIA Special Collection: Nazi War Crimes Disclosure Act, yang boleh dibaca khalayak umum sejak 2006, setidaknya Roeder sudah tinggal di Jakarta sejak 1960. Artinya, dia punya waktu lebih dari lima tahun untuk mengumpulkan bahan dan mencerna situasi Indonesia era Sukarno. Apalagi pekerjaan sehari-hari Roeder adalah wartawan.

Arsip CIA tentang penjahat perang NAZI itu menyebut namanya Rudolf Obsger-Roeder, kelahiran Leipzig, Jerman, 9 Maret 1912. Setidaknya, dia punya dua alias atau nama samaran: Rudolf Ranke dan Richard Ropp. Nomor identitas kewarganegaraannya: Personal Ausweis #AEC 948420. Disebut dalam dokumen itu, Roeder beragama Kristen Protestan. Tinggi badannya 169 cm, berat 64 kg, berambut pirang. dan bermata biru.

Meski kerap meliput berita dan menulis untuk Süddeutsche Zeitung dan Neue Zürcher Zeitung, Roeder punya pekerjaan lain. Dia adalah agen rahasia Jerman Barat di Jakarta. Selain Jakarta, Bangkok adalah kota yang pernah ditinggalinya di Asia Tenggara. Roeder nampaknya dimanfaatkan juga oleh CIA, tentu melalui dinas intelijen Jerman Barat. Ketika Roeder di Indonesia, kebijakan politik luar negeri Indonesia adalah anti-Barat.

“Sepanjang penyelidikan mengenai latar belakang yang bersangkutan, diketahui yang bersangkutan telah dipekerjakan oleh badan intelijen lain. Badan ini menyarankan agar memberdayakan yang bersangkutan dalam operasi intelijen,” begitu yang tertulis dalam arsip CIA tentang dirinya. Dalam lembaran lain arsip tersebut, terdapat laporan Roeder dari Jakarta yang berjudul “Spotlight on Indonesia’s Economic Situation” di tahun 1969. Laporan itu mencatat kemajuan perekonomian Indonesia setelah naiknya Soeharto.

Sebelum menjadi agen rahasia di Jakarta, masa muda Roeder dihabiskan dalam dunia akademis dan militer. Anak seorang mandor di Leipzig ini menurut Michael Wildt dalam Generation des Unbedingten. Das Führungskorps des Reichssicherheitshauptamtes (2002), berhasil menyelesaikan kuliahnya di Universitas Leipzig pada 1936, tempat dia mendalami sosiologi, sejarah, dan jurnalisme.

Berdasarkan penelusuran Lutz Hachmeister dalam Presseforschung und Vernichtungskrieg. Zum Verhältnis von SS, Propaganda-Apparat und Publizistik. In: Wolfgang Duchkowitsch (2004) dan Klaus-Michael Mallmann, dkk dalam Einsatzgruppen in Polen: Darstellung und Dokumentation. Wissenschaftliche Buchgesellschaft, Stuttgart (2008), di masa kuliahnya Roeder adalah Sekretaris dari Liga Mahasiswa Nasional Sosialis yang fasis.

Dia fasis sejak umur belasan tahun. Sejak 1929, Roeder adalah anggota dari Hitler-Jugend (Pemuda Hitler). Tahun 1931, dia keluar dari organ pemuda tersebut dan bergabung dengan kelompok paramiliter fasis Sturmabteilung (SA).

April 1935, dia berpindah juga ke satuan militer elit NAZI Schutzstaffel (SS) yang anggotanya dipilih dari pemuda berpendidikan, cerdas, sehat, loyal kepada Hitler, dan tentunya ras Arya. SS dikenal sebagai satuan elit Jerman yang dikenal kejam. Di satuan tersebut pada 1939, pangkatnya Sturmbannfuhrer (setara mayor) dan Obersturmbannführer (letnan kolonel).

Menurut arsip CIA, sejak musim panas 1942 hingga musim semi 1943 dia tergabung dalam kelompok Zeppelin. Dia pernah ditempatkan di Polandia. Setelahnya dia pernah ditempatkan di Reichssicherheitshauptamt (RSHA) atau Kantor Utama Keamanan Reich Ketiga. Dia sering bertindak sebagai penyelidik di SS.

Setelah perang selesai, dia sempat menghilang dan menyaru sebagai petani dengan nama Richard Rupp. Namun, sejak awal tahun 1946 dia ditahan Bad Nenndorf selama 18 bulan hingga 1948. Berkas pemeriksaannya sampai ke tangan CIA. Bebas dari penjara, dia direkrut oleh kelompok Gehlen, lalu tergabung dalam Bundesnachrichtendienst (BND) alias dinas rahasia Republik Federal Jerman Barat.

Dia sempat tinggal di Munchen. Samaran pekerjaan Roeder kemudian adalah wartawan, dan meliput untuk koran Süddeutsche Zeitung dan Neue Zürcher Zeitung. Dengan menyaru sebagai wartawan, itu dia menuju Indonesia pada Desember 1959.

Menurut catatan Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika, laki-laki yang meninggal karena serangan jantung pada 21 Juni 1992 ini diidentifikasi sebagai mata-mata. Di Indonesia, selain sebagai penulis buku biografi Presiden Soeharto yang diterjemahkan menjadi Anak Desa: Biografi Presiden Soeharto (1969), Roeder dikenal sebagai sosiolog bergelar doktor.

Bagi Roeder, Soeharto adalah pengganti Hitler yang lenyap dari panggung sejarah sejak 1945 – Kontak Perkasa Futures

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s