Polisi Tetapkan 3 Tersangka Dalam Kasus Pembunuhan Orangutan

PT Kontak Perkasa Yogyakarta – Polres Kapuas mengamankan 10 pelaku yang diduga terlibat pembunuhan orangutan di Kapuas, Kalimantan Tengah. Dari 10 orang, polisi menetapkan 3 pelaku sebagai tersangka.

“Jadi penyidik menetapkan dari sepuluh yang kita amankan sebagai tersangka tiga orang. Satu yang melakukan penembakan, yang menggorok, inisial AY. Yang kedua yang turut membantu sampai membawa mengangkut ke camp,” kata Kapolres Kapuas AKBP Jukiman Situmorang

Tersangka AY (Ariyanto) disebut sebagai pelaku utama yang bereperan sebagai penembak orangutan. Kemudian, 2 orang lainnya EMS (Elgian Misgi Santoso), Fe (Feriansyah) disebut membantu mengangkut mayat orang utan ke base camp G8 Tapak PT. Susantri Permai Desa Tumbang Puroh, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Sementara, 7 orang lainnya yang diamankan ditetapkan sebagai saksi yakni Wanda Simangunsong, Arianto, Hofni Liu, Frans, Bertus Jonfin, Vitalis, Berkaty. Menurut Jukiman, 7 orang tersebut sebagai informan yang menjelaskan proses pembantaian tersebut kepada polisi.

“Yang tujuh sebagai saksi, karena dengan keterangan mereka itu tergambar suatu proses pembunuhan yang diproses, diolah menjadi masakan menjadi konsumsi. Mereka memberi keterangan itu sebagai kesatuan yang bulat bahwa terjadi pembantaian yang diperuntukannya untuk dikonsumsi,” jelas AKBP Jukiman.

“Tersangka termasuk orang yang tidak mampu untuk membeli daging dan ikan, sehingga tersangka berburu binatang termasuk orangutan untuk diambil dagingnya dan dimakan,” imbuhnya.

Selanjutnya, Polisi akan menguji laboratorium tulang belulang yang disita dari penangkapan tersebut. Polisi akan meguji apakah tulang belulang merupakan bagian dari tubuh yang dikonsumsi pelaku.

“Kemudian tindak tindak lanjut ke depan kita akan menguji laboratorium terkait tulang belulang yang kita sita apakah benar itu menjadi organ tubuh dari tubuh orangutan yang sudah dikonsumsi,” tutur Jukiman.

Dari tindakan tersebeut pelaku dikenakan pasal 21 ayat 2 huruf a Jo pasal 40 ayat 2 Undang-undang RI No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000 (Seratus Juta Rupiah) – PT Kontak Perkasa

Sumber:News.Detik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s