Perlu Adanya Edukasi Soal Gigitan Ular

PT Kontak Perkasa Futures – Penangkap ular di Australia meminta agar masyarakat mengetahui cara untuk menghindari gigitan ular. Himbauan ini dikeluarkan setelah sejumlah anak-anak muda di negara bagian Queensland digigit ular dalam waktu berdekatan.

Di pusat negara bagian Queensland, seorang anak berusia 11 tahun dan 2 tahun yang digigit dalam insiden terpisah, dalam selang waktu setengah jam.
Hari berikutnya, seorang anak laki-laki berusia 15 tahun digigit ular dalam perjalanan ke sekolah di Toowoomba.

Anthony Bailey, penangkap ular dari Yeppoon di kawasan Capricorn Coast, mengatakan meski beberapa gigitan tidak dapat dihindari, tapi orang-orang bisa mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi diri mereka sendiri.

“Hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko ular datang ke sekitar rumah Anda adalah memastikan sampah agar tetap sedikit, memangkas rumput, menjaga kebun tetap bersih,” kata Bailey.

“Ular tidak akan menggigit jika Anda biarkan mereka sendirian. Mereka bukan hewan agresif.”

“Jika mereka berkesan agresif, biasanya karena mereka terpojok dan mereka takut.

“Ular akan menggigit jika mereka kaget, atau jika Anda berdiri di atasnya karena dianggap akan menyakiti, dan mereka berusaha untuk menghindari kemungkinan disakiti.”

Anthony mengatakan jika Anda menemukan ular di rumah, penting untuk tidak mencoba memindahkan atau membunuhnya.

“Ini ilegal [di Australia] untuk melakukannya. Kecuali jika rumah atau hidup Anda dalam bahaya, tidak diperbolehkan untuk membunuhnya karena ular adalah satwa yang dilindungi,” katanya.

“Jika Anda merasa dalam bahaya atau saat ular menjadi ancaman, panggil [penangkap ular] profesional untuk kemudian ditangani secara profesional, sehingga diri Anda dan keluarga tidak beresiko untuk digigit.”

“Lebih banyak warga yang harus mendapat edukasi soal ini. Beberapa orang masih di bawah kesan bahwa ular yang baik adalah ular mati.”

Himbauan untuk edukasi publik
Banyak warga Australia tidak tahu bagaimana menangani serangan hewan berbisa, dan anak-anak muda adalah yang paling berisiko, menurut sebuah penelitian terbaru.

Survei yang melibatkan 1.247 orang, dilakukan perusahaan vaksin Sequirus, menemukan hanya satu dari 10 orang yang membawa pertolongan pertama saat berjalan-jalan ke semak-semak atau pantai.

Ditemukannya juga satu dari empat responden tidak tahu apa yang harus dilakukan, jika terkena gigitan atau sengatan hewan berbisa.

Anthony mengatakan jika warga lebih teredukasi soal ular, maka akan membantu mengurangi jumlah ular yang tidak perlu dibunuh.

“Banyak orang memiliki rasa takut di pikiran mereka, bahwa ular adalah jahat dan akan membunuh. Orang-orang takut karena mereka tidak mengerti,” katanya.

“Ular tidak selalu menggigit dengan maksud untuk membunuh. Itu sebabnya khususnya beberapa ular berbisa akan melakukan gigitan kering dulu.”

Namun, Anthony mengatakan semua gigitan ular harus diperlakukan seolah berpotensi fatal, dengan pertolongan pertama yang tepat segera diterapkan dan bantuan medis – PT Kontak Perkasa Futures

Sumber : tribunnews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s