Permainan Modern VS Pasar Malam Komidi Putar

PT Kontak Perkasa Futures – Hentakkan suara musik lagu dari negeri Sakura berdentum di setiap sudut. Mesin-mesin permainan tidak berhenti menyala. Bocah hingga orang dewasa tak henti main video game virtual maupun permainan yang menguji keberuntungan seperti mengambil boneka dalam boks kaca.

Sebut saja Timezone atau Fun world yang ada di setiap mal-mal. Tempat tersebut selalu dipenuhi pengunjung terutama orangtua yang membawa anak-anaknya mencari hiburan sekaligus obat anti nangis anak.

“Kalau hari-hari biasa memang tidak terlalu ramai. Ramainya pas di weekend atau hari libur,” tutur salah satu pegawai di pusat permainan modern yang tidak mau disebutkan namanya, ketika ditemui beberapa waktu lalu di sebuah pusat perbelanjaan.

Kedua tempat tersebut menyediakan berbagai permainan yang menarik setiap pengunjung. Dari roler coaster hingga komidi putar tersedia. Setiap pengunjung bisa mendapatkan hadiah yang menarik dari permainan ini. Poin yang mereka dapat bisa ditukarkan dengan hadiah yang sesuai.

“Ya saya senang saja datang ke sini. Banyak permainannya. Saya sering dan suka, lumayan kalau poinnya ditukar bisa dapat hadiah yang menarik,” ujar Arman (25) warga Kebon Jeruk yang ditemui oleh Merdeka.com di pusat permainan modern di salah satu Mal di Jakarta Barat.

Arman mengaku permainan modern sudah menjadi hobinya sejak SMA. Dia pun rajin mengumpulkan poin atau tiket yang nantinya ditukar dengan berbagai macam hadiah. “Ya lumayan hadiahnya, paling besar saya dapat magic jar, waktu itu saya tukar 3000-an poin,” ujar Arman.

Saking hobinya, Arman tak sayang merogoh kocek lebih dalam untuk mengisi deposit di dalam kartu permainan. “Ya saya isi Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu untuk bisa main beberapa kali dalam satu bulan,” terang Arman.

Setiap permainan ada tempat menggesek kartu deposit. Dan setiap permainan memiliki harga yang berbeda-beda. “Misalnya game basket ini, pertama kita gesek dulu kartu depositnya ke mesin, harganya Rp 5.500-an. Kita gesek terus keluar deh bolanya kita masukkin bola sebanyak-banyaknya terus kalau selesai poin otomatis nambah di kartu deposit kita,” jelas Arman.

Selain dari hobinya, Arman mengatakan permainan modern di mal lebih nyaman dan tentunya ada hadiahnya. “Dibanding dengan permainan yang ada di pasar malam sih, kalau di sini nyaman, dan tentunya ada hadiahnya,” ungkapnya.

Pasar malam tradisional yang juga menyediakan permainan yang hampir sama, jelas Arman untuk saat ini sangat jarang ditemukan. “Kalau pasar malam kan cuma hari-hari tertentu saja,” kata Arman sambil menggeser kartu member untuk mengecek poin.

Berbeda dengan Arman, Melisah (39) beserta suaminya pergi ke pusat permainan modern hanya untuk mengajak buah hatinya bermain. “Dari pada rewel terus di rumah, saya ajak jalan-jalan saja ke mal. Kebetulan ada permainan seperti ini. Lumayan buat hiburan anak,” ujar Melisah yang mengasuh anaknya berumur 6 tahun.

Melisah mengaku tak terlalu suka dengan permainan modern yang ada di mal. Menurutnya kalau sudah kecanduan bakal boros. “Ya kalau jadi kecanduan, nanti boros. Punya uang dikit dipakai untuk mainan kayak gini. Bagi saya permainanmodern kayak ini perlu untuk hiburan tapi gak harus sering,” ujarnya.

Mencari hiburan untuk anak, lanjut Melisah, tidak harus ke pusat permainan modern. Menurutnya bisa ke tempat-tempat yang lain. “Ya ke sini jarang, cuma sesekali saja. Kalau ada pasar malam atau komidi putar, ya saya ajak anak ke sana juga. Lumayan harganya lebih terjangkau,” tutur Melisah.

Arena permainan modern semakin hari kian tumbuh subur di kota besar. Nyaman, terpadu dengan pusat perbelanjaan dan teknologi yang lebih canggih menjadi magnet yang sulit ditolak apalagi anak-anak. Hal ini berbeda nasib dengan pasar malam komidi putar. Keberadaannya di kota besar seperti Ibu Kota Jakarta justru semakin tergerus. Sulitnya mencari lahan dan antusiasme warga yang terus berkurang membuat wahana ini semakin jauh ditinggal zaman.

“Pertama kalau di Jakarta cari lahan (tanah kosong) saja susah. Kan minimal 1.500 meter lahan buat bikin pasar malam. Nah kalau pun ada kadang sewanya mahal, kita gak sanggup bayar. Kecuali di pinggiran kaya gini masih bisa lah kita sewa,” ujar Rindam (35) koordinator pasar malam komidi putar di dekat perempatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

“Kalau soal pengunjung, kita mah pasti kalah jauh sama hiburan yang ada di mal. Di sana lebih canggih, lebih mewah lah istilahnya. Kalau kita mah mainan anak kampung doang. Orang kaya atau yang tinggal di kompleks kayaknya lihat beginian jijik. Apalagi kalau hujan terus becek. Ya gimana lagi,” kesah Rindam.

Pemandangan kontras memang terlihat berbeda antara permainan modern di mal dan pasar malam komidi putar milik Rindam. Namun meski begitu keduanya masih memiliki pengunjung setia yang loyal. Hal itulah yang membuat pasar malam komidi putar masih bertahan meski dengan napas yang mulai terengah-engah – PT Kontak Perkasa Futures

Sumber:merdeka

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s