Stres Bikin Sulit Kontrol Emosi

PT KONTAK PERKASA YOGYAKARTA – Mengalami stres ringan dalam kehidupan sehari-hari dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk menggunakan strategi pengendalian emosi, sebuah studi baru menunjukkan.

Bahkan terapi tertentu yang mengajarkan orang untuk bisa mengatur emosi, seperti yang digunakan untuk mengobati kecemasan sosial, dan kondisi kejiwaan lainnya. Namun itu semua tidak bekerja dengan baik selama stres.

Stres dan pengendalian emosi

Orang biasa menggunakan pikiran untuk mengubah emosi mereka, teknik ini disebut regulasi emosi kognitif, yang biasa diajarkan kepada orang yang sedang terapi.

Misalnya, orang yang mengembangkan kecemasan dalam situasi sosial akan diminta untuk mengubah cara mereka berpikir tentang pihak lain. Sehingga mereka berada dalam cahaya dan memiliki respon emosional yang berbeda, kata Phelps.

Dalam studi baru, 78 peserta diajak untuk melihat gambar ular dan laba – laba. Beberapa gambar dipasangkan dengan sengatan listrik, dan peserta akhirnya mengembangkan rasa takut dari foto – toto tersebut.

Selanjutnya para peserta diajarkan strategi terapi, seperti yang digunakan di klinik untuk mengurangi rasa takut yang disebabkan foto – foto tersebut.

Keesokan harinya peserta secara acak ditunjuk untuk menempelkan tangan di dalam air es selama tiga menit, teknik yang digunakan dalam percobaan untuk menginduksi stres ringan.

Namun mereka tidak menunjukkan pengurangan rasa takut dari sebelumnya. Sedangkan mereka yang menempatkan tangan di air hangat, justru menunjukkan respon rasa takut berkurang ketika melihat gambar ular dan laba – laba. Ini menunjukkan bahwa peserta mampu menggunakan teknik yang mereka pelajari untuk mengendalikan emosi.

Efek pada otak

Para peneliti tahu bahwa upaya untuk berpikir tentang situasi secara berbeda serta mengatur emosi tergantung pada daerah otak yang disebut korteks prefrontal, kata Phelps.

Namun korteks prefrontal sangat sensitif terhadap stres. Hal ini mungkin menjelaskan mengapa strategi kognitif tidak bekerja ketika seseorang sedang dilanda stres.

Ada cara mengatasi masalah ini. Ketika strategi kognitif-regulasi dipraktikkan sehingga mereka menjadi memiliki dua sifat. Dengan kata lain, semakin banyak strategi yang dipraktikan semakin mudah mengendalikan emosi ketika stres, lanjut Phelps – PT KONTAK PERKASA

Sumber : health.liputan6

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s